Rasul Allah (sal Allahu alaihi wa sallam) said: “Keep away from ill-thinking/suspicions because ill-thinking is the greatest falsehood.” [Sahih Bukhari] TFT formula - Truthfulness, Goodness & Usefulness. Wallahualam
During the Abbasid period one of the scholars in Baghdad was greeted by an acquaintance who said, "Do you know what I just heard about your friend?"
Scholar: "Hold on a minute, before telling me anything I'd like you to pass a little test. It's called the Triple Filter Test."
The Man: "Triple Filter Test?"
Scholar: "That's right, before you talk to me about my friend it might be a good idea to take a moment and filter what you're going to say. That's why I call it the triple filter test. The first filter is Truth. Have you made absolutely sure that what you are about to tell me is true?"
The Man: "No, actually I just heard about it and ..."
Scholar: "All right, so you don't really know if it's true or not. Now let's try the second filter, the filter of Goodness. Is what you are about to tell me about my friend something good?"
The Man: "No, on the contrary..."
Scholar: "So, you want to tell me something bad about him, but you're not certain it's true. You may still pass the test though, because there's one filter left: The filter of Usefulness. Is what you want to tell me about my friend going to be useful to me?"
The Man: "No, not really."
Scholar: "Well, if what you want to tell me is neither true nor good nor even useful, why tell it to me at all?"
Allah (subhana wa ta’ala) asks us: "O you who believe! Avoid much suspicion, indeed some suspicions are sins. And spy not, neither backbite one another. Would one of you like to eat the flesh (meat) of his dead brother? You would hate it (so hate backbiting). And fear Allah. Verily, Allah is the One Who accepts repentance, the Most Merciful." [Quran 49:12]
Let's pass our intended speech through the triple filter test before we madly utter our every thought. And lets subject others to the triple filter test too before we hear any number of damaging things from them.
15/11/2010
Triple Filter Test..:-)
Posted by ibnu mohamad 0 comments
14/11/2010
...mata rantai...
Apabila kita hidup hanya untuk kita, hidupnya amatlah singkat. Bermula dari bermulanya kita dan berakhir dengan berakhirnya umur kita yang terbatas. Tetapi jika kita hidup kerana selain daripada kita, hidup kerana fikrah, sesungguhnya hidupnya panjang dan mendalam. Bermula drpd bermulanya kita dan berakhir dengan luputnya manusia di bumi ini. Jika kita merasa kita yang memulakan perjuangan ini, kita akan sempit dada menghadapi kematian ( kerana perjuangan belum mencapai matlamat). Ingatlah..bukan kita yang memulakan dan bukan kita yang mengakhirinya. Ia dimulakan oleh para nabi sehinggalah ke akhir zaman. Kita adalah mata rantai dari satu perjuangan yang panjang. ~Syed Qutb~
Posted by ibnu mohamad 0 comments
28/10/2010
...Berangkatlah...
Bismillah,
Posted by ibnu mohamad 1 comments
27/10/2010
...terpilih dan memilih...
Bismillah
Posted by ibnu mohamad 0 comments
22/10/2010
...Reward and Punishment...
Bismillah,
Salam wbt,
Dah lama rasanya tidak menulis di sini, Alhamdulillah, ada juga sedikit kesempatan Allah berikan untuk berkongsi sedikit coretan yang dilihat melalui kaca mata hati Insya Allah.
"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingati kebesaran Allah" (51:49)
Bila dikatakan berpasangan, selalunya kita akan berfikir pasal, lelaki dengan perempuan, jantan dan betina, suami dan isteri. Semua tu betul! Tiada salahnya. Namun, diri ini nak mengajak untuk berfikir sejenak, yang konsep berpasangan ini lebih luas. Malam pasangannya siang, syurga pasangannya neraka, sihat pasangannya sakit, dosa pasangannya pahala, baik pasangannya jahat, api pasangannya air..? betul ke??
Begitu juga dengan "Reward and Punishment", juga berpasangan. What interest me in the class just now was how people when talking about something nature, the natural responses came out. Dapat nampak macam-macam jenis orang, ada yang menceritakan tentang pengalaman hidup, ada yang in fact sampai menitiskan air mata. And from there, we can know about other person background and personality.
Back to the topic, its just opinion, hopefully sume boleh bersetuju dengan pendapat yang hina ini. Rewards and Punishment adalah pasangan yang nature. Manusia, secara fitrahnya menginginkan sesuatu yang baik. Juga mengharapkan balasan sekiranya melakukan sesuatu yang baik. Dalam hidup sekalipun, kita mengharapkan pahala apabila melakukan sesuatu kebaikan dengan kita cuba sedaya upaya untuk mengikhlaskan diri dalam beramal.
Dan sebaik-baik balasan adalah dari Allah. Sebab yang menilai amalan kita adalah Allah. Setuju dengan beberapa pandangan yang menyatakan kita belajar selama ni pun bersebab. Bila dapat result bagus, parent/ school will give rewards and it definitely akan naikkan semangat untuk terus belajar. It makes me thinking about how we perceive rewards and punishment? different people, different point of view of course. Namun, adakah dalam beribadah kita bersikap begitu? Reward yang Allah bagi untuk kita semestinya sesuatu yang tak nampak (pahala, rezeki, ketenangan jiwa). Kita mmg akan percaya kepada sesuatu yang nampak. Bila perkara tu kita nampak baru la kita strive for it. (Alangkah bestnya kalau syurga, pahala boleh nampak kan) Namun, ada hikmahnya Allah membuat sedemikian.
"...Syurga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. (25:76)
The same goes to punishment. Not many things were said during the discussion about punishment as it being perceived as negative. However, adakah punishment dari Allah (di dunia) adalah sesutau yang negative? For sure pernah kita dengar yang Allah uji kita sebab Allah sayang kita. In fact, that is it. Mmg Allah uji supaya seseorang hambaNya itu kerana Allah ingin dia kembali kepadaNya, untuk mengingati kebesaranNya. Setengah orang tidak melihat ketidaktenteraman jiwa (ade ke word nie?) sebagai punishment dari Allah. Hanya bila melihat kalau duit habis, baju takde, study tak berapa bagus and sakit as punishment. Again, something yang mmg kita boleh nampak/rasa/perlu. (Kalau la dosa dan neraka itu boleh dilihat).
"Maka Aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala" (92:14)
Namun, selagi nafas masih ada, tiada perkara yang menghalang kita untuk bertaubat. Kadang-kadang ujian Allah itu diberi kerana Allah menginginkan kita 'naik' lebih tinggi. Menjadi lebih baik dari sebelumnya. Itulah hikmahnya ujian Allah kepada hambaNya, namun tak ramai dari kita yang sedar perkara itu. Again, macam mana kita lihat sesuatu itu sebagai ujian?? Adakah kita seperti apa yang dinyatakan oleh dua ayat Quran ini?
"Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, "Tuhanku telah memuliakanku". Namun, apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata"Tuhanku telah menghinaku".
(89:15 &16)
Kesusahan dan kesenangan adalah berpasangan. Namun, kedua-duanya boleh menjadi ujian, kan? Apakah tindakan kita yang sepatutnya dalam menghadapi kedua-duanya? Ayat al- Quran pertama sudah menceritakan, ...supaya kamu mengingati kebesaran Allah...
Wallahualam.
Posted by ibnu mohamad 0 comments
09/06/2010
Sabarlah
Salam warah,
Posted by ibnu mohamad 1 comments
01/06/2010
tiada yang mudah
Salam Warah
"Sungguh Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah" (90:4)
Setiap yang diciptakan di atas muka bumi ini mempunyai tujuaan nya. Lihat lah kepada kereta, manusia menciptakannya untuk memudahkan pergerakan dari satu tempat ke satu tempat yang lain. Lihatlah pokok, Allah ciptakannya untuk mengeluarkan oksigen bagi kegunaan manusia disamping kegunaan-kegunaan lain.
Subhanallah, sungguh mudah bagi Allah untuk menciptakan apa sahaja sekelip mata. Kita umat Islam wajib mengimaninya. Kita manusia yang hidup di dunia ini, diciptakan berada dalam susah payah.
Kenapa?
Lihatlah diri kita sebelum dilahirkan oleh ibu kita. Susah kan? Ibu mengandungkan kita selama 9 bulan dengan kasih sayang, dan ketika hendak melahirkan kita, sakit yang ditanggung sungguh perit. Subhanallah, sangat tabah dan kuat para-para ibu ini.
Kemudian kita semakin membesar, sudah mula hendak berjalan. Beberapa kali jatuh dan bangun, namun tetap berusaha untuk berjalan. Susah kan? Even sudah mampu berjalan sekalipun, tetap boleh terjatuh.
Kita teruskan kehidupan. Belajar pun susah. Setiap subjek yang kita ambil ada kesusahannya. Namun kita tetap belajar untuk mendapatkan result yang bagus dalam exam dan terus belajar dengan susah payahnya untuk mencari kerja.
Apabila sudah bekerja, juga susah. Memikirkan tentang kerja, kita sanggup bersusah payah dalam mengejar dunia yang sementara ini. Pegi kerja waktu pagi, balik petang dengan penat. Begitulah kita bersusah payah.
Dan apabila tua, itupun jika Allah izinkan untuk mengecapi usia tua itu, kita tetap bersusah payah. Badan sudah tidak kuat, tak boleh buat kerja-kerja berat, tak mampu nak urus diri sendiri. Begitulah kita hidup dalam susah payah.
Benarlah firman Allah, "Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah(kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa." (30:54)
Namun, mari lihat ayat 4 surah Al-Balad itu dari perspektif yang berbeza.
Manusia, dalam hidup ini secara fitrahnya inginkan kebaikan. Dan lawan kepada kebaikan adalah kejahatan. Kita lihat dua situasi di zaman ini.
Orang yang ingin membuat kebaikan kepada orang lain kadang-kadang mesti melakukan pengorbanan. Tidak kira pengorbanan masa, tenaga dan duit. Dan pengorbanan bukanlah sesuatu yang mudah. Nak jadi pendengar setia kepada masalah orang lain contohnya, perlukan pengorbanan masa. Susah kan?
Hatta, orang nak buat jahat sekalipun, bersusah payah jugak. Nak kena berada jauh dari orang lain, buat secara tersembunyi dan macam-macam lagi. Tak ke susah tu kan? Pencuri contohnya, terpaksa berusah payah melihat keadaan sekeliling sebelum mencuri.
Banyak lagi contoh yang boleh difikirkan bersama.
Begitulah juga susahnya jalan yang diambil oleh manusia yang hendak mencari Redha Allah. Di dalam perjuangan menyeru manusia kembali kepada penghambaan hanya kepada Allah, bukan kepada perkara-perkara lain. Namun kesusahan itu tetap diharungi kerana syurga adalah janji Allah.
"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta meraka dengan memberikan syurga kepada mereka" (9:111)
Adakah kita mahukan Syurga? Layakkah kita untuk syurga Allah jika di dunia kita tidak sanggup nak bersusah payah dalam memperjuangkan agamaNya? Rugilah kita jika tidak bersusah payah untuk mengejar redha Allah tetapi kita bersusah payah dalam mengejar dunia yang hanya sementara ini.
"Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui" (29:64)
Posted by ibnu mohamad 0 comments
05/05/2010
..jom singkap kegunaan diri...
Posted by ibnu mohamad 1 comments
01/05/2010
...kegunaan manusia...
Posted by ibnu mohamad 2 comments
28/04/2010
...kisah dua logam...
Posted by ibnu mohamad 2 comments
26/04/2010
logam dan kelogamannya
Posted by ibnu mohamad 3 comments
...terpilih...
Posted by ibnu mohamad 7 comments
25/04/2010
HATI-HATI
“Manusia seperti logam, terpilihnya mereka semasa jahiliyyah terpilih juga mereka semasa Islam, sekiranya mereka faham” (Sahih Bukhari)
Apa maksud hadith ini?
Posted by ibnu mohamad 2 comments




